Senin, 12 November 2012

klasifikasi jamur ascomycota

KLASIFIKASI ASCOMYCOTINA
Subdivisi ini bercirikan talus yang terdiri dari miselium septat, reproduksi seksual membentuk askospora di dalam askus, ada 150.000 spesies cendawan yang dapat hidup sebagai saprod (dalm tanah , kayu membusuk , dan lain – lain ) atau sebagai parasit yang menimbulkan banyak macam penyakit pada tumbuh- tumbuhan . pada reproduksi aseksual dibentuk konodium , dapat tunggal atau berantai pada ujung hifa khusus yang disebut konidiofor.
            Kecuali pada beberapa kelompok kecil , pada umumnya askus dibentuk didalam tubuh buah yang disebut askokarp atau askoma. Berdasarkan ada tidaknya askus dan macamnya ascomycotina dipisah – pisahkan menjadi enam kelas :
1.      KELAS HEMIASCOMYCETES

1)      Karakter dari kelas ini diantaranya sebagai berikut :

·         Kelompok jamur ini tidak membentuk askokarp dan tidak memiliki hifa. Tubuhnya terdiri dari sel bulat atau oval yang dapat bertunas atau berkuncup sehingga terbentuk rantai sel atau hifa semu.
·         Pada reproduksi aseksual, dinding sel menonjol keluar membentuk tunas kecil. Dengan membesarnya tonjolan ini, sitoplasma dari sel induk mengalir  ke dalamnya, lalu menyempit pada bagian dasarnya. Nukleus di dalam sel induk membelah secara mitosis dan satu inti anak bergerak ke dalam sel tunas tadi. Sel anak dapat memisahkan diri atau tetap melekat sambil melangsungkan pertunasan lebih lanjut bersama-sama sel induknya, dengan demikian terbentuklah koloni.





2)      Contoh anggota Hemiascomycetes adalah khamir Saccharomyces.

Kingdom         : Fungi
Division           : Ascomycota
Class                : Ascomycetes
Ordo                : Saccharomycetales
Familia             : Saccharomycetaceae
Genus              : Saccharomyces
·         Saccharomyces merupakan jamur bersel satu. Jamur ini hidup secara saprofit, banyak dimanfaatkan untuk pembuatan tapai, alkohol, roti, kue mangkuk atau bir. Orang menamakannya ragi (ragi roti, ragi tapai) atau khamir. Di alam, jamur ini banyak terdapat di kulit buah-buahan.
·         Selnya berbentuk bulat atau oval, tidak memiliki hifa dan tubuh buah. Reproduksi aseksualnya dengan membentuk kuncup. Dari sel induk muncul kuncup atau tunas yang semakin membesar dan akhirnya melepaskan diri dari sel induk. Kadang-kadang, kuncup itu tidak terlepas sehingga terbentuk rantai.
·         Jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan, sel ragi yang haploid (n- kromosom) bersatu dengan sel ragi lain yang juga haploid, menghasilkan zigot yang intinya diploid (2n kromosom). Zigot tersebut membesar membentuk askus. Intinya mengalami pembelahan secara meiosis, menghasilkan 8 buah inti yang haploid (n kromosom). Inti ini tumbuh menjadi 8 spora yang haploid. Inilah spora askus yang masing-masing dapat tumbuh menjadi sel yang baru.
·         Contoh ragi yang terkenal adalah Saccharomyces cerevisiae yang digunakan untuk mengembangkan adonan roti. Ragi ini dapat mengubah gula menjadi alkohol dan karbon dioksida. Karbon dioksida yang terbentuk itulah yang mengakibatkan adonan kue mengembang.
·         Jika kalian menyimpan air tapai di dalam botol tertutup dan dibiarkan terus hingga seminggu, botol akan meledak karena tekanan dari karbon dioksida yang dihasilkannya. Air nira juga banyak mengandung Saccharomyces. Jika dibiarkan terus hingga berminggu-minggu, air nira yang mula-mula berbau alkohol, akan berubah menjadi air cuka yang berasa masam. Ini disebabkan karena alkohol yang terbentuk diubah menjadi asam cuka oleh bakteti asam cuka. Reaksi penguraian glukosa menjadi alkohol oleh Saccharomyces adalah sebagai berikut:

3)      Beberapa jenis Saccharomyces antara lain sebagai berikut:
·         Saccharomyces cerevisiae, disebut khamir roti atau khamir bir, juga disebut khamir raja, yang berguna dalam pembuatan roti dan alkohol.
·         Saccharomyces tuac, mengubah air nira (legen) menjadi tuak.
·         Saccharomyces ellipsoideus, untuk memfermentasikan buah anggur menjadi anggur minuman.
Tidak semua ragi bermanfaat bagi manusia. Beberapa spesies dapat menimbulkan penyakit bagi manusia. Contohnya Candida albicans, penyebab penyakit sariawan, penyakit mulut dan kerongkongan, serta menyebabkan keputihan.     

2.                  KELAS PLECTOMYCETES
Adalah takson kelas dalam Ascomycota yang bercirikan adanya askokarp berbentuk bola yang disebut kleistosium. Kelompok ini ada yang hidup sebagai saproba, parasit atau hiperparasit. Jamur yang termasuk kelas Plectomycetes diantaranya adalah Aspergillus dan Penicillium. Kedua jamur ini bereproduksi aseksual dengan pembentukan konidium dalam rantai pada konidiofor tegak. Reproduksi seksualnya dengan spora yang dibentuk di dalam askus. Askus-askus tersebut berkumpul dalam askokarp.

Jamur yang termasuk kelas Plectomycetes diantaranya adalah Aspergillus dan Penicillium.

1)      Aspergillus
Aspergillus hidup sebagai saproba pada bermacam-macam benda organik (seperti pada roti, daging yang sudah diolah, butiran padi-padian dan kacang-kacangan). Koloninya berwarna abu-abu, hitam, kuning atau coklat. Aspergillus hidup subur pada lingkungan yang lembap kurang cahaya matahari. Jenis-jenis Aspergillus antara lain:
o   Aspergillus fumigatusi, bersifat parasit yang menyebabkan penyakit pada saluran pernapasan unggas.
o   Aspergillus flavus, penghasil aflatoksin yang diduga sebagai penyebab penyakit kanker hati, banyak terdapat pada kacang tanah (yang sudah tengik) dan makanan yang dibuat darinya.
o   Aspergillus oryzae, merombak zat pati dalam pembuatan minuman beralkohol.
o   Aspergillus nidulans, parasit pada telinga menyebabkan automikosis.
o   Aspergillus sojae, untuk pembuatan kecap.

gambar Aspergillus sojae




2)      Kelas Penicillium

Kapang. ini bersel banyak dan mempunyai miselium bersekat-sekat Pada Penicillium, ujung konidiofornya tidak melebar, melainkan bercabang-cabang dengan deretan konidium pada cabang-cabang tadi.
Penicillium banyak terdapat pada bahan-bahan organik dan bersifat saprofit. Jenis-jenis Penicillium antara lain:
·         Penicillium notatum dan Penicillium chrysogenum, penghasil zat antibiotik (penisilin), ditemukan tahun 1929 oleh Alexander Flemming.
·         Penicillium camemberti dan Penicillium roqueforti, dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas keju.
·         Penicillium italicum dan Penicillium digitatum, perusak buah jeruk, masing - masing dinamai juga kapang biru dan kapang hijau.
·         Penicillium expansum, menyebabkan buah apel membusuk di tempat penyimpanan.
·         Penicillium islandicum, merusak beras sehingga berubah menjadi berwarna kuning sehingga disebut “yellow rice”.   

3.              KELAS PYRENOMYCETES


Ciri khas yang dimiliki ialah askoma berbentuk khusus yang dilengkapi Edengan ostiolum (lubang untuk melepas askus dan askospora). Tubuh buah seperti itu disebut peritesium, yang dapat berwarna cerah atau gelap.
Contoh kelas Pyrenomycetes yang menarik adalah Neurosora sitophila yang banyak digunakan di Indonesia untuk membuat oncom merah dari ampas tahu atau bungkil kacang tanah. Neurospora dapat tumbuh subur pada tongkol jagung yang telah direbus dan diambil bijinya . Neurospora memiliki konidia berwarna oranye. Jamur ini banyak digunakan untuk membuat oncom. Kayu bekas terbakar sering ditumbuhi jamur ini pada musim penghujan. Dengan mikroskop, konidia jamur ini berderet-deret membentuk rangkaian seperti kalung.

4.      KELAS DISCOMYCETES

Kelas ini digolongkan cendawan yang mempunyai apotesium atau  discokarp, yaitu askokrap berbentuk manggkuk atau pisin. Hidup sebagai paraasit tumbuhan , saprob pada kayu busuk , atau kotoran hewan ada kelompok cendawan yang hidup selalu hidup dalam permukaan tanah disebut fungi hipogen misalnya tuber yang dibudiddaaayakan di italia dan prancis , sebgaimana jamur memperoleh di alam (dihutan misalnya ) dibantu dengan anjing atau babi selain untuk dimakan juga digunakan dalam pembuatan minyak wangi , minuman berakohol (liquer) dan untuk mewangikan tembakau .

5.           KELAS LUCOLOASCOMYCETES
Dalam kelas ini askusnya bitunikal yang ujungnya dilengkapi dengan 2 lapis dinding. Askokarp merupakan askostroma dengan askusnya berserakan secara tidak beraturan dalam tenunan stroma atau berkelompok lokus.  Sebagai contoh diambil vebturia inaequalis , cendawan penyebab keropeng pada apel yang mengekibatkan kerugian besar para penanamnya .  Acap kali pada buah dan daun gejala penyakitnya menyolok. Pada sebagian daur hidupnya cendawan patogen ini hidup sebagai parasit dan sebagian lagi sebagai saprod . fase saprod ini dijalaninnya pada daun – daun mati ditanah . pada daun terbebtuk pseudotesium di dalam tenunanya . pada musim semi askospora dikeluarkan selama musim hujan dan dibawa angin ke kuncup bunga dan daun muda , dan terjadilah infeksi pertama . hifa yang terbentuk ditempat- tempat tersebut hidup sebagai parasit sampai terbentuk konidium dipermukaanya dengan merobek lapisan kutikula .  Konidium dari infeksi pertama ini terbawa hujan dan menimbulkan infeksi kedua pada daun dan buah . kedua konidium itu dapat mendatangkan infeksi baru samapai musim panas selama faktor suhu dan kelembaban itu sesuai . dalam musim gugur daun – daun berjatuhan dan bersamaan dengan itu cendawan hidup sebagai saprod sampai akhir musim dingin . Penyemprotan dan pelindungan bagi pohin apel merupakan cara utama dalam pemberntasan yang harus dilakukann pada awal musim semi dan mencegah seluruh masa pembebasan askospora juga harus dilakukan selama musim tumbuh untuk mencegah infeksi kedua oleh konidium yang mungkin terbentuk walaupun sudah disemprot .

6.           KELAS LICHENES
Liken atau lumut kerak biasanya dianggap sebagai kelompok khusus walaupun pada dasarnya merupakan suatu asosiasi simbiosi yang swasembada antara cendawan mikobin dan ganggang fikobin .  Menurut ainswort tercatat sebanyak 18.000 spesies yang tersebar luas diberbagai habitat . sangat khas bahwa bentuk kehidupan dan prilakuknya jauh berbeda dengan komponen masing – masing . mereka tumbuh pada pepagan pohon kayu membusuk , bebatuan. Dapat bertahan dalam keadaan panas , dingin , dan kering yang luar biasa .
Menurut bentuknya lumut kerak dinbagi atas 3 kelompok :
a.       Krustos (seperti kerak )
b.      Folios ( seperti daun )
c.       Fuktikos (seperti semak )
Mikobin biasanya askomiset dan fikobin dapat gnggang hijau baik yang uniseluler maupun yang berfilament. Sebagian besar dalam tumbuhan ini terdri dari hifa cendawan yang terjalin rapat . hifa khusus yaitu rizoid berfungsi sebagai perekat pada batu, kayu , dan tanah . talusnya seperti spons dan menyerap air . garam mineral sebagian diperoleh melalui rizoid sebagian dari air hujan dan partikel yang terbawa angin .

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar